Enter your keyword

Minggu, 06 September 2015

Oey Tambah Sia - Sang PlayBoy Jakarta Dihukum Gantung Belanda

Mengaet pesinden
Pesta meriah di kabupaten Pekalongan semakin semarak karena kehadiran seorang pesinden tenar bernama Mas Ajeng Gundjing. M.A. Gundjing itu sebenarnya putri seorang mamtancamat. Kenapa ia menjadi pesinden? konom semasa kecil ia pernah sakit parah,sehingga hampir tidak tertolong. Dalam keadaan sulit itu, orang tua untuk bernadar. Kalau anak ini sembuh,kelak ia akan belajar menjadi pesinden. Gundjing sembuh dan tumbuh menjadi gadis cantik yang pandai menari dan melagukan tembang denganmerdu, sampai tidak ada tandingannya di Pekalongan. OeyTambahsia si matakeranjang segera jatuh hati pada biduan jelita itu.berbagai cara ditempuhnya untuk mendekati dan memikat pesinden itu. Ternyata Tambahsia berhasil. Gundjing menerima uluran tangannya.sebelum pestadi kabupaten resmi usai dan Tambahsia pulang, pesinden itu sudah diboyong ke cirebon lalu dibawa ke Betawi oleh kaki-tangan Tambahsia. Di Betawi Gundjing ditempatkan di pasangrahan Ancol, yang membuat penghuni lama merasa kurang senang. Baru seminggu di Bintang Mas, Gundjing jatuh sakit. Entah karena Ancol yang kurang sehat atau karena tidak tahan menhadapi sikap para penghuni lama. Melihat Gundjingsakit, buru-buru Tambahsia memindahkannya ke Tangerang, ke tanah Psar Baru milknya. Tambahsia pribadi mengawasi perawatannya sampai pesinden itu sembuh, sehingga praktis Tambahsia lebih banyak berada di Tangerang ketimbang di tempat lain. Betapapun cintanyaTambahsia kepada Gundjing, ia tetap tidak bisa meninggalkan kebiasaan buruknya untuk berburu gadis, janda maupun istri orang lain. Pemuka masyarakat Cina dan anggota Dewan Cina tidak mampu menertibkannya. ................Diam-diam mereka memendam dendam dan yakin suatu ketika Oey Tambahsia akan ketemu Batunya. Sementara itu Tambahsia sendiri semakintakabur, sebab merasa tidak ada kekuatan yang mampu mengekangnya. Mata gelap Ketika berkunjung ke pekalongan itu, Tambahsia berkenalan dengan anak letnan Cina di kota itu. Pemuda bernama Liem Soe king itu pindah ke Betawi untuk membangun kehidupannya. Agaknya ayahnya tidak meninggalkan warisanbesar, sehingga ia tidak bisa hidup tanpa bekerja. Ia pandai dan rajin, sehingga dipungut mantu oleh Mayor Tan Eng Goan, yaitu dinikahkan dengan salah seorang putrinya dari selir. Berkat koneksi mertua, ia diangkat menjadi pengelola gabungan pemborong (pachter) madat, yangmerupakan usaha gabungan lima orang Pemuka Cina, termasuk Tan Eng Goan. Pada masa itu pemerintah Hindia Belanda memonopoli semua pembuatan dan perdagangan madat (apium) dan penjualannya kepada konsumen diserahkan kepada para pachter. Sekalipun pernah berkenalan di Pekalongan, Liem Soe King tidak bergaul dengan Oey Tambahsia, sebab Liem lebih dekat dengan para pemuka Cina yang bermusuhan dengan Tambahsia, di samping kedudukannya sebagai menantu Tan Eng Goan. Pada suatu ketika, Tambahsia mendengar dari kaki-tangannya bahwa seorang perempuan kerabatnya jatuh hati kepada Liem. Pendekatan entardengan cara apa, ternyata tidak ditanggapi oleh Liem. Oey Tambahsia menganggap hal ini sebagai penghinaan dan aib besar bagi keluarganya. Mungkin juga Oey sudah lama tidak suka kepada Liem yang dianggap antek para pemuka Cina dan Oey merasa tidak di pandang, karena Liem tidak datang kepadanya untuk melanjutkan perkenalan mereka di Pekalongan. Boleh jadi juga dendamnya dikobarkan oleh para antek dan penjilat yang selalu mengelilinginya. Maka Oey Tambahsia bertekad untuk menyingkirkan Liem Soe King. Ternyata hal itu tidak mudah ia menyingkirkan korban-korbannya yang lain. Liem Soe King selalu di kawal ke mana pun ia pergi. Lagi pula ia sudah mendengar ancaman Tambahsia sehingga selalu waspada. Tambahsia bertambah geram karena anak nuahnya tidak berdaya melenyapkan orang yang dibencinya. Maka timbullah muslihat kej di benaknya. Rencana keji Oey Tambahsia menggodok rencananya masak-masak. Ia menyuruh kokinyamenbuat kue yang harus diisi dengan roomvla (seperti isi kue sus, rasanya manis).Kue itu disuruhnya hidangkan di atas piring dan ditaruh di kamar Tambahsia.Roomvla-nya tidak diisikan dulu. Lalu Tanbahsia mengambil racun dan dicampurnya dengan roomvla. Ia memerintah seseorang memanggil seorang begundalnya yang bernama Oey Tjoen Kie (Tjeng Kie). Antek yang biasa disuruh mencarikan perempuan itu bergegas ke rumah majikannya. Didapatkan Tambahsia sedang tidur-tiduran sambil menghisap madat. Tambahsia mempersilakan Tjoen Kie iktu mengisap. Tawaran itu diterima dengan senang hati.Setelah bersama-sama meneguk teh panas, Tjoen Kie merasa lapar dan makan kue-kue di piring tanap dipersilakan lagi. Dengan mata setengah terpejam Tambahsia melihat Tjoen Kie melahap dau buah kue. “Kamu makan kue itu, Kie?”tanya Tambahsia. “ya, Sia. Maaf, habis saya lapar…”jawab Tjoen kie takut kena marah. “wah,celaka!”seru Tambahsia pura-pura terkejut.”Kamu bakal mati, sebab kue iu beracun!” Tjoen Kie lega karena tidak dimarahi. ia tenang-tenang saja sebab mengira majikannya bergurau. “Jangan main-main ah, Sia.”katanya “Betul!”kata Tambahsia sambil bangkit.”Sungguh kamu bakal mati. tapi jangan khawatir. aku akan mengurus segalanya dan akan menjamin hidup keluargamu kalau kamu mau menuruti kehendakku.” Tjoen Kie masih mengira majikannya bercanda. Mustahil Tambahsia sekeji itu?Namun kemudian ia merasa perutnya sakit. Ia terus menerus mereguk teh dengan harapan sakitnya berkurang, tetapi ternyata bertambah. Ketika sakitnya sudah tidak tertahankan lagi ia berteriak-teriak dan melupakan hubungannya denganmajikannya.Ia memaki-maki Tambahsia sebagai orang kejam dan jahat. Ia menanyakan apa alasannya sampai ia disingkirkan dengan cara sekejam itu. OeyTambahsia menghiburnya seraya berkata, mati pun Tjoen Kie tidak sia-sia,sebab ada tujuannya, Lalu ia menbujuk begundalnya itu agar mau memberikan keterangan tertulis bahwa yang memberi racun itu … ..............................Baca selengkapnya Oey Tambah Sia - Sang PlayBoy Jakarta Dihukum Gantung Belanda di kumpulan Cerita dan Motivasi  NOMOR1

Tidak ada komentar:

Posting Komentar